Jiwa Entrepreneurship

            Jika seseorang telah menjadi seorang mahasiswa. Secara otomatis orang tersebut dianggap berusia dewasa kedewasaan tersebut menuntunnya pada presepsi kemandirian. Namun, tidak semua  mahasiswa telah dikatakan mandiri. Sebagian mahasiswa masih menggantungkan kelangsungan hidup mereka pada orang tua. Menurut penulis, walaupun mereka masih mengandalkan kedua orang tuanya, penulis yakin sebagai seorang mahasiswa merekapun ingin hidup dalam kemandirian. Sebagai permasalahannya mereka acap kali mengalami kesusahan terhadap apa yang harus dilakukan atau ada ide usaha akan tetapi tidak adanya modal yang mendukung. Padahal sebenarnya seseorang bisa berwirausaha walau  tanpa ada modal. Sebagai akibatnya, sekarang ini  banyak para lulusan perguruan tinggi yang lulus mencari pekerjaan, bukan membuka lapangan pekerjaan.

            Sebagai solusinya, penanaman jiwa entrepreneur dirasa sangatlah penting bagi para mahasiswa. Penanaman jiwa entrepreneur ini dapat diberikan melalui penambahan bahan ajar peserta didik atau melalui seminar-seminar di kampus, dan lain sebagainya. Sehingga ketakutan-ketakutan mereka untuk turun dalam medan kerasnya kehidupan ini berubah menjadi keberanian, yang berbekal pengajaran entrepreneur tersebut.

Komentar