Kalimat Dan Paragraf


KALIMAT DAN PARAGRAF
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Menurut (Moeliono dalam Khoiruddin, 2007: 61), kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kebahasaan.
Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.
2.1.2 Unsur-unsur Kalimat
Kalimat mempunyai unsur-unsur. Tiap-tiap unsur terdiri atas kata atau frasa yang mempunyai fungsi tertentu.
      a.       Subjek
Definisi subjek yang paling sederhana adalah pelaku atau seseorang yang melakukan sesuatu. Subjek merupakan bagian kalimat yang paling penting karena ia menjabat pokok pembicaraan. Subjek biasanya mempunyai ciri berupa kata benda yang dibendakan dan diikuti oleh petunjuk ini dan itu.
     b.      Predikat
Predikat dapat diartikan sebagai bagian kalimat yang menjelaskan tentang atau perbuatan subjek.
     c.       Objek
Objek sering diartikan sebagai suatu yang dikenai pekerjaan atau sebagai penderita. Objek adalah suatu kata dalam kalimat yang diletakkan di belakang predikat. Objek dapat terjadi dari kata benda atau kata ganti.
     d.      Pelengkap
Pelengkap adalah bagian kata dalam kalimat yang berfungsi untuk menjadi pelengkap. Pelengkap sering disamakan orang dengan pengertian objek dan pelengkap. Hal ini dapat dimengerti karena antara keduanya memang terdapat kemiripan, yaitu berada dibelakan predikat

       - Keterangan
Unsur kalimat yang tidak termasuk S,P,O dan Pelengkap, hampir dapat dipastikan berfungsi sebagai keterangan. Keterangan adalah unsur kalimat yang paling mudah berpindah tempat, yaitu dapat berada di akhir, di awal, dan bahkan di tengah kalimat.
2.1.3  Macam-macam Kalimat
Terdapat banyak macam-macam kalimat. Berikut macam-macam kalimat yang digolongkan ke dalam beberapa kelompok.
            2.1.3.1  Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)
      1.      Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya mempunyai satu pola kalimat. Contoh :
Andi bernyanyi
    S          P
Masalahnya seribu satu
S               P
      2.      Kalimat majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:
a.       Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat.
Contoh:
Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1)
Jasen pergi ke bengkel. (kalimat tunggal 2)
Juminten pergi ke pasar dan Jasen pergi ke bengkel. (kalimat majemuk setara)

b.      Kalimat majemuk rapatan
Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya sama,maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh:
Pekerjaannya hanya makan. (kalimat tunggal 1)
Pekerjaannya hanya tidur. (kalimat tunggal 2)
Pekerjaannya hanya merokok. (kalimat tunggal 3)
Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok. (kalimat majemuk rapatan)
c.       Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.
Contoh:
Kemarin ayah mencuci motor. (induk kalimat)
Ketika matahari berada di ufuk timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat cara 1)
Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)
d.      Kalimat majemuk campuran
Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh:
Toni bermain dengan Kevin. (kalimat tunggal 1)
Rina membaca buku di kamar kemarin. (kalimat tunggal 2, induk kalimat)
Ketika aku datang ke rumahnya. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat majemuk campuran)
             2.1.3.2  Berdasarkan Hubungan Antar Aktor-Aksi
       1.      Kalimat Aktif
Yakni kalimat yang subjeknya berperan sebagai aktor atau pelaku. Contoh:
      Handokomenendangbola. (aktif transitif)
             S               P          O
      Mobil itu menepi. (aktif intransitif)
          S               P
       2.      Kalimat Pasif
Yakni kalimat yang subjeknya berperan sebagai penderita. Contoh:
      Surat itu sudah kubaca dua kali.
Sepatunya disemir sampai mengkilap.
      3.      Kalimat Medial
Yakni kalimat yang subjeknya berperan sebagai aktor (pelaku) dan penderita. Contoh:
      Dia memotong kuku.
      Mereka membanggakan kelompoknya.
     4.      Kalimat Resiprokal
Yakni kalimat yang subjek dan objeknya melakukan suatu kegiatan berbalas-balasan. Contoh:
      Siskabersalam-salaman dengan para tamu.
      Keluarga kami tolong menolong dengan tetangga.
           2.1.3.3  Berdasarkan Tanggapan Kalimat Yang Diucapkan
     1.      Kalimat Berita
Yakni kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Yang dibentuk untuk menyiarkan informasi tanpa mengharapkan responsi yang nyata. Contoh:
      Bapak akan pulang besok pagi.
      Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat.

     2.      Kalimat Tanya
Yakni kalimat yang dibentuk untuk memancing responsi yang berupa jawaban. Kata tanya yang biasa digunakan ialah apa, siapa, mengapa, kenapa, bagaimana, mana, bilamana, kapan, bila, dan berapa. Contoh:
      Mengapa dia tertawa?
      Kapan kamu pulang?
     3.      Kalimat Perintah
Yakni kalimat yang bertujuan memancing responsi berupa tindakan. Pola intonasinya pun berbeda dengan kalimat tanya dan kalimat berita. Contoh:
      Masuk !
      Silakan minum, Dik!
      Mari kita belajar bersama!
      Jangan membuang sampah di sini!
           2.1.3.4  Berdasarkan Ada Tidaknya Unsur Asli
Berdasarkan ada tidaknya Unsur asli seperti apa adanya ucapan orang ketiga, kalimat apa dibedakan menjadi dua macam, yaitu kalimat langsung dan kalimat tak langsung.
     1.      Kalimat langsung
Yakni kalimat yang memberitahukan bagaimanapun ucapan yang dikatakan oleh orang ketiga seperti apa adanya. Bila ditulis ucapan langsung biasanya diapit dengan tanda petik (“). Contoh:
      Ayah berkata “Saya tidak suka baju lorek.”
      “Di mana sepatu baruku?” tanya Joko.
      "Dapatkah kamu berenang?” tanya bu Santi.
     2.      Kalimat tak langsung
Yakni kalimat yang menyampaikan isi atau maksud yang dikatakan oleh orang ketiga. Jadi, tidak menirukan langsung seperti adanya. Contoh:
      Ayah mengatakan bahwa ia tidak suka baju lorek.
      Joko menanyakan di mana sepatu barunya.
      Bu Santi menanyakan apakah saya dapat berenang.


Paragraf berasal dari bahasa Yunani yakni paragraphos yang berartimenulis di samping atau tertulis di samping. Secara umum paragraf dapat diartikan sebagai susunan dari sejumlah kalimat yang saling berkaitan sehingga membentuk satu kesatuan. Paragraf disebut jaga alenia.Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung.
Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalaman-halaman, dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal.
2.2.2Macam-macam paragraf
          2.2.2.1  Berdasarkan  Letak Kalimat Utamanya
    1.      Paragraf Deduktif
Paragraf yang letak kalimat utamanya ada di awal paragraf. Contoh:
­Bagi sebagian besar dari kita bangsa Indonesia, bahasa Indonesia adalah bahasa kedua, dan bukan bahasa pertama. Bahasa pertama kita adalah bahasa arah kita masing-masing. Sebagai bahasa kedua, maka bahasa Indonesia tidak digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari, baik di rumah, maupun dalam kegiatan di luar rumah.
     2.      Paragraf Induktif
Yakni paragraf yang letak kalimat utamanya teradat di akhir paragraf. Contoh:
Menyimak merupakan kompetensi pertama yang harus dikuasai dalam belajar bahasa Indonesia. Selain itu, terdapat empat kompetensi dasar lain yang harus diperhatikan yaitu kemampuan membaca, berbicara, menulis, dan kemampuan apresiasi sastra. Jadi, kelima kompetensi dasar itulah yang harus dikuasai oleh mereka yang belajar bahasa dan sastra Indonesia.
     3.      Paragraf Campuran
Paragraf yang letak kalimat utamanya terdapat di akhir paragraf. Contoh:
Seyogyanya perhatian perintah terhadap bidang seni-budaya harus ditingkatkan seimbang dengan perhatian mereka terhadap bidang-bidang yang lain. Pemerintah yang memperhatikan nilai-nilai seni dapat menjadikan hasil-hasil karya seni sebagai kekayaan budaya yang tak ternilai. Pemerintah yang berusaha menghidupi kesenian dengan sendirinya juga akan menjadi pemerintahan yang mempunyai kehalusan, dan kepekaan terhadap kondisi sosial-budaya masyarakatnya. Oleh karena itu, perhatian pemerintah terhadap seni-budaya dirasakan sangat mendesak untuk segera direalisasikan.
     4.      Paragraf Seluruh
Yakni paragraf yang letak pikiran utama atau kalimat utamanya terdapat dalam seluruh kalimat dalam paragraf. Contoh:
Enam puluh tahun yang lalu, pagi-pagi tanggal 30 juni 1908, suatu benda cerah tidak dikenal melayang menyusur lengkungan langit sambil meninggalkan jejak kehitam-hitaman dengan disaksikan oleh paling sedikit seribu orang di pelbagai dusun Siberia Tengah. Jam menunjukkan pukul 7 waktu setempat. Pendudduk desa Venovara melihat benda itu menjadi bola api menyilaukan di atas hutan cemara sekitar sungai Tunguska. Kobaran api membentuk cendawan membumbung tinggi ke angkasa disusul ledakan dasyhat yang menggelegar bagaikan guntur dan terdengar sampai lebih dari 1000 km jauhnya.
             2.2.2.2  Berdasarkan Tujuannya
       1.      Paragraf Narasi
Yakni paragraf yang mengisahkan suatu kejadian secara kronologis. Kejadian yang dikisahkan bisa bersifat fiktif, nonfiktif, atau gabungan keduanya. Memiliki adanya tokoh (pelaku), ada latar (setting), adanya alur cerita. Contoh:
Waktu kereta api malai memperlambat jalannya untuk kemudian berhenti di tengah-tengah stasiun, tak kusadari bahwa aku Sebetulnya adalah seorang asing di kota ini. Aku mendapat cuti dua minggu untuk mengurus surat pengangkatan. Untunglah aku telah beberapa lama menyimpan uang dengan harapan dapat membayar ongkos perjalanan. Namun, sekarang aku menjadi penghuni tetap di kota ini.
      2.      Paragraf Deskripsi
Yakni suatu paragraf yang menggambarkan suatu keadaan, kejadian, atau peristiwa dengan sejelas mungkin sehingga pembaca seperti melihat sendiri semua peristiwa tersebut. Memiliki ciri-ciri yakni terdapat penggambaran akan objek, ada visualisasi dari si pembaca akan objek. Contoh:
Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Panjangnya membujur dari 95 derajat Bujur Timur di sebelah barat sampai 141 derajat Bujur Timur di sebelah timur. Lebarnya membentang dari 60 derajat Lintang Utara di sebelah utara sampai 11 derajat Lintang Selatan di sebelah selatan. Keadaan wilayahnya lebih kurang 66% terdiri atas lautan dan sisanya sebagai daratan. Tanahnya Suu sedangkan suhunya tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin.
       3.      Paragraf Eksposisi
Yakni suatu paragraf yang menginformasikan atau menjelaskan sesuatu kepada pembaca. Tujuan penulis untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha mengubah pendirian adu memengaruhi pembaca. Contoh:
Tuberkolusis (TB) pertama kali diketahui keberadaannya tahun 1882. Penemunya adalah ahli bakteri Jerman, Robert Koch. TB tergolong penyakit menahun dan penyakit yang mematikan. Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga (KRT,1995), TB menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit mematikan setelah penyakit Kardiovaskuler dan infeksi saluran nafas. Namun, khusus di kelas penyakit infeksi, penyakit yang menular ini berada pada posisi nomor satu penyakitan mematikan.
      4.      Paragraf Argumentasi
Yakni paragraf yang berusaha meyakinkan, membuktikan kebenaran pendapat yang dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga pembaca akan terpengaruh dan membenarkan pendapa ayan diajukan. Contoh:
Tidak dapat disangkal bahwa masyarakat mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap pendidikan para remaja. Adat istiadat, cara bergaul, dan tata kehidupan masyarakat akan berpengaruh terhadap remaja yang sedang berkembang di dalam masyarakat itu. Jika masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan positif, tentulah akan berpengaruh positif pula terhadap remaja. Sebaliknya, jika di dalam masyarakat itu dilakukan hal-hal yang negatif, para remaja pun akan terpengaruh oleh hal-hal negatif itu. Dengan kata lain, masyarakat merupakan faktor penentu dalam pendidikan remaja.
       5.      Paragraf Persuasi
Yakni suatu paragraf yang mempengaruhi pembaca untuk melakukan hal atau sesuatu yang dimaksud oleh penulis. Contoh:
Stres dapat mempengaruhi sikap, pola pikir, dan bertindak. Ada cara untuk mengurangi masalah psikis ini. Pijatan atau usapan dengan minyak beraroma tertentu akan membantu mengurangi stres. Terlebih dilengkapi dengan perawatan lainnya, seperti mandi berendam atau perawatan spa, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi stres, anda bisa melakukan perawatan spa sendiri di rumah.
            2.2.2.3  Berdasarkan Pola Pengembangannya
     1.      Paragraf Umum-Khusus
Yakni paragraf yang dimulai dengan kalimat top atau gagasan utama diikuti dengan perincian-perincian. Contoh:
Keberadaan bahasa Indonesia (baca: sebelumnya Melayu) sebagai bahasa nasional juga tidak dapat dilepaskan dari jasa Soekarno dalam mempopulerkannya sebagai bahasa nasional. Sejak pertengahan tahun dua puluhan, Soekarno telah membuat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia yang hidup, lincah, lentur, mudah dicernakan bukan saja oleh orang-orang yang berasal dari Sumatera atau kepulauan Riau, melainkan juga oleh orang-orang ayan berasal dari wilayah Nusantara yang lain. Soekarno belah membuat bahasa Indonesia lebih populer.
      2.      Paragraf Perbandingan-Pertentangan
Yakni paragraf yang berupaya mengamati persamaan yang dimiliki oleh dua benda atau lebih, sedangkan pertentangan lebih banyak menonjolkan perbedaan yang ada pada dua benda atau lebih. Contoh:
Menonton film dengan menggunakan kaset memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menonton film di layar lebar. Keuntungan yang paling mencolok adalah dalam hal biaya yang harus dikeluarkan. Biaya untuk menonton film dari kaset video  lebih murah daripada  menonton film di bioskop. Jika ada beberapa orang yang ingin menonton film kaset video mereka dapat berpatungan. Ini tentu lebih murah dibandingkan dengan biaya yang haus di keluarkan jika menonton film di bioskop. Kedua, jika film di gedung bioskop tidak banyak memberikan pilihan dibandingkan dengan film kaset video. Ketiga, jadwal pemutaran film di gedung bioskop sudah di tentukan, sedangkan film kaset video dapat diputar kapan saja.
      3.      Paragraf Analogi
Yakni paragraf yang biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal secara umum dengan sesuatu yang belum atau kurang dikenal umum. Contoh:
Saya hidup ini seperti melihat bola, yang senantiasa bergulir, menggelinding. Seperti itulah pengalaman kehidupan; suka, duka, sedih, gembira, bimbang, kecewa, ilmu, pikiran, konsep, dan tulisan. Pada akhirnya bola itu menggelinding ke akhirat, ke hari yang abadi.
       4.      Paragraf Sebab-akibat
Dalam paragraf ini, sebab menjadi gagasan utama dan akibat menjadi gagasan pikiran, penjelas, atau sebaliknya. Contoh:
Mengenai aktivitas menulis ini, aku mulai menulis puisi karena sering melihat dan membaca karya-karya para penyair terkenal di sebuah media. Melalui perkenalan itulah, secara diam-diam aku menyukai puisi dan iri kepada mereka yang dapat membuat kata-kata begitu indah.
      5.      Paragraf Proses
Yakni paragraf yang merupakan urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan untuk menghasilkan sesuatu. Contoh:
Untuk dapat menulis puisi dengan baik, seseorang harus memperhatikan beberapa tahap sebagai berikut: Tahap pertama disebut tahap preparasi atau persiapan. Pada tahap ini seseorang mengumpulkan informasi dan data yang diperoleh dari banyak pengalaman sehari-hari. Tahap kedua adalah tahap inkubasi atau tahap pengendapan. Sesudah menghimpun semua informasi dan penganan yang dibutuhkan serta berupaya melakukan pelibatan diri sepenuhnya untuk membangun gagasan sebanyak-banyaknya perlu waktu mengendapkannya. Tahap ketiga disebut tahap iluminasi. Bila tahap pertama dan kedua upaya yang dilakukan masih bersifat mencari dan mengendapkan, pada tahap iluminasi ini semuanya menjadi jelas, tujuan tercapai penulisan karya dapat diselesaikan. Tahap ini sering juga disebut tahap manifestasi, yaitu dengan menuliskan gagasan lewat karya tertentu.
     6.      Paragraf Klimaks dan Antiklimaks

Yakni paragraf yang berisi perincian gagasan dari gagasan yang paling bahwa atau rendah menuju gagasan yang paling tinggi kedudukan dan kepentingannya. Contoh:

Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman sesuai dengan kemajuan teknologi yang dicapai umat manusia. Pada waktu mesin uap sedang jaya-jayanya, ada traktor yang dijalankan dengan mesin uap. Modelnya kira-kira menyerupai mesin giling yang digerakkan dengan tenaga uap. Tak lama kemudian, pada waktu tank menjadi pusat perhatian orang, traktor pun berbentuk tank. Traktor semacam ini adalah hasil produksi perusahaan Cartepillar. Jepang pun tak kalah perannya dalam pembuatan traktor ini. Produksi Jepang yang khas di Indonesia dikenal dengan nama padi traktor, yang bentuknya telah mengalami perubahan dari model-model sebelumnya.

Komentar